PERTEMPURAN HATI


Penyesalan memang selalu datang terlambat. Selalu ada jalan terjal yang begitu sulit aku lalui. Kenapa dulu aku banyak membuang waktuku dengan percuma? Aku sekarang seperti berada dilorong yang gelap, berjalan mencari sumber cahaya untuk menuntun jalan keluar. Aku belum menemukan cahaya itu, aku masih berjalan meraba-raba, tertatih, dan sesekali terpeleset dibatuan terjal. Aku berusaha bangkit dari jatuhku dan terus terus tanpa rasa lelah mencari cahaya itu. Aku gak tahu sampai kapan pencarian ini akan berakhir. Kadang sesekali aku merasa lelah, rasanya ingin menyerah tapi untung ada Alloh yang selalu menemaniku, Alloh yang selalu membuat aku kuat dan dengan keyakinan ku atas nama-Nya aku yakin akan  menemukan cahaya itu untuk menuntun  jalan keluar. Alloh gak akan kasih cobaan diluar batas kemampuan kita ko. 
Aku gak menyalahkan keadaan, ini memang sebuah takdir hidup yang harus aku jalani. Kadang hujatan, makian sering aku rasakan. Mereka selalu menganggap rendah, meremehkan dan tidak pernah melihat kelebihan yang aku punyai. Dimata mereka aku hanya seonggok manusia yang lemah, pecundang yang selalu kalah. Tapi aku gak akan menyerah, selama aku bernafas aku akan terus berusaha. Kadang aku menghibur diri dengan berbohong, ya berbohong pada diri sendiri. "Budi kamu pasti bisa.." "Budi kamu kuat ko" ... padahal apa?Aku rapuh, itu semua hanya kamuflase saja. Otak kiri sering bertengkar dan berbeda persepsi dengan otak kanan. 
Otak kanan : "Bud cewe itu pantes buat kamu" , 
Otak kiri : "gak!!cewe itu gak pantes buat kamu".
Otak kanan : "cepet nyatakan cinta ke cewe itu.."
Otak kiri : "jangan,,nanti kamu disakiti kaya dulu apa kamu mau?"
Otak kanan : "cewe itu baik ko, buktinya dia perhatian sama kamu"
Otak kiri : "gak, dia gak tulus..dia cuma mau memanfaatkan kelemahan mu saja"
Otak kanan : "apa kamu akan terus begini, menunggu yang gak pasti "
Otak kiri : "ya, tunggu aja...dia yang terbaik buat kamu"
Otak kanan : "apa dia tahu kalo kamu nunguin dia, padahal dia sudah gak nganggep kamu ada"
Otak kiri : "tapi kamu masih cinta kan sama dia, kamu masih ingin kan kembali berhungan dengan dia"
Otak kanan : "cobalah hubungan baru, mungkin kamu bisa dapat yang lebih baik dari dia"
Otak kiri : "hanya dia kan yang bisa bikin kamu nyaman dan bahagia"
Otak kanan :"kamu nyaman tapi dia gak nyaman berhubungan dengan kamu buktinya dia putusin kamu cuma gara-gara bapak tirinya gak setuju, bullshitt kan..gak masuk akal kan?"
Otak kiri : "tapi suatu saat dia akan sadar ko, kalo kamu sebenarnya yang terbaik buat dia"
Otak kanan : "trus mau sampai kapan kamu akan menunggu, move on dong, masih banyak yang lebih baik dari dia ko, kamu jadi cowo kebangetan setianya sih, dia itu masih labil, gak ngerti arti tulus yang ada diotaknya cuma main-main, berfikir dewasalah"
Otak kiri :"gak begitu, keadaan yang bikin dia begitu. dia dihadapkan sama dua pilihan sulit, antara kamu dan bapaknya"
Otak kanan : "loh kalo begitu kamu harus mencoba buka hati kamu buat cewe lain dong, gak ada salahnya mencoba hubungan baru, aku yakin kamu bisa ko"

#hening...
Otak kiri : "yakin kamu bisa?"
Otak kanan :"harus yakin dong, masih banyak ko cewe baik-baik diluar sana"
Otak kiri : "it's ok, coba aja..tapi janji kalo diputusin jangan cengeng lagi, kamu itu cowo gak boleh cengeng"

#mulai kompak ni otak kanan dan kiri
Otak kanan : "nah gitu dong...yang lama dijadikan pelajaran hidup, ini adalah perjalanan hidup kamu, kamu gak boleh menyesalinya"
Otak kiri : "ya sudah, mana jari kelingking kamu..."
Otak kanan : "nihh..."

#alhamdulillah akhirnya mereka kompak..

0 Comments