liburan gratisss


Seneng banget gue diajak liburan gratis..,,, “halah senenge gratisan,,,,gak mutu”....hahaha...
Kantor gue ngadain liburan ke pantai pangandaran, batu hiu terakhir ke green canyon. Sebenarnya sudah pernah kesana tapi ga pa2 lah itung – itung buat refresh hati yang lagi galau. Haha,,,

Rencana kami berangkat pukul 23.00, gue berangkat dari rumah jam 22.34 sampe kantor jam 23.02. ternyata blum pada ngumpul, sial...., indonesia bangettt....kalo gak molor bukan indonesia,,,kamprett..setelah waktu menunjukan pukul 23.30 sudah kumpul semua, kita mulai berangkat. Setelah gue liat kanan kiri depan belakang ko ga ada bu itu yah,,ternyata bu itu ga ikut, wah ga seru,,,setelah gue tanya sama temen katanya kacamatanya pecah jadi ga bisa ikut. Kasian bu itu...padahal gue berharap banget bu itu ikut,,,haha,,,sebenarnya gue males banget soale yang paling muda cuma betiga,,,hargghhh..dalam perjalanan gue langsung molor, abis ngantuknya kagak ketulungan sih.
Akhirnya kami sampe jam 04.30, welcome to pangandaran beach...!!! langsung aja gue dan temen cari masjid buat sholat shubuh bareng trus gue mandi, make konstum pante, makan trus srottt srott biar mangiii...haha..gue dan temen2 langsung menuju pantai....
Pantai Pangandaran

Objek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:
  • Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama
  •  Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
  • Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih
  • Tersedia tim penyelamat wisata pantai
  • Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan penerangan jalan yang memadai
  • Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.
Dengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda, para sailing, jet ski dan lain-lain.

Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalah Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.
Event pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.


Sampai dipantai gue dan temen2 langsung ditawari buat naik perahu. Sebenarnya gue males naik perahu, pengennya surfing tapi gak bawa papan surfing haha....(ampunnnn,,,gaya elo budddd...elo megang papan surf aja blum pernah mu surfing,,nyilem aja sana cipika cipiki sama hiu,,haahaha...kamprettt loe).
Setelah lama negosiasi akhire gue diajak naik perahu menuju pasir putih, tempat yang katanya pernah buat shooting shitnetron mak lampir, haha...siapa mak lampir gue juga gak tau, gue taunya mak erot,,...haha...setelah sampai ternyata tempatnya asik juga. Airnya landai banget, pas banget buat snorkeling tapi sayang gue gak bawa kostum, sial,,nyesel banget gue ga bisa snorkeling, persiapane kurang banget. Setelah lama gue maenan pasir, jeprat jepret gue kembali. 
tampang gue udah gue mirip-miripin sama dude herlino tapi tetep gak mirip
Setelah itu kami menuju batu hiu, penasaran gue soale gue blum pernah kesana. Sesampainya disana gue langsung saja menuju ke batu yang katanya mirip hiu.
Batu Hiu

Batu hiu berjarak sekitar 14 km dari pangandaran sebagai objek wisata pilihan ketika datang ke Pangandaran. Terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, kurang lebih 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.
Pantai Batu Hiu ini terletak di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi. Pantai ini dinamakan Batu Hiu karena konon  katanya ada batu yang terlihat di laut ini dan menyerupai sirip ikan hiu. Untuk menikmati indahnya pantai, kita bisa naik ke atas bukit kecil di pantai ini. Dari atas bukit itulah kita bisa melihat batu yang menyerupai sirip ikan hiu, merasakan sejuknya angin laut dan juga menikmati indahnya Samudra Indonesia.
Di bukit kecil yang ditanami pandan wong itulah tempat yang paling pas untuk menikmati pantai Batu Hiu. Yang unik, untuk naik ke atas bukit, kita melewati “gerbang” bikit berupa terowongan kecil yang berbentuk ikan hiu. Jadi, seolah-olah kita masuk ke dalam mulut ikan hiu. 
Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu. Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran.
Setelah dari batu hiu, langsung gue menuju green canyon. Katanya sih kaya Grand Canyon yang ada di Amerika sana, dari pada ke Amrik jauh mending disini. Sebenarnya tempat ini punya nama asli yaitu Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh punya arti yaitu jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka. 
Pintu gerbang green canyon
Green Canyon Indonesia ini terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat. Dari Kota Ciamis sendiri berjarak sekitar 130 km atau jika dari Pangandaran berjarak sekitar 31 km. Di dekat objek wisata ini terdapat objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.
Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktif dan stalakmitnya. Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukit, juga dengan banyaknya bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.
Untuk mencapai lokasi ini kita harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.
Begitu terlihat jeram dengan alur yang sempit yang sulit dilewati oleh perahu berarti sudah sampai di mulut Green Canyon, di mana airnya sangat jernih berwarna kebiru-biruan. Di sinilah awal petualangan menjelajah keindahan objek wisata ini dimulai. Dari sini wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke atas dengan berenang atau merayap di tepi batu. Disediakan ban dan pelampung bagi yang memilih untuk berenang. Meski harus menempuh cara seperti ini, perjalanan dijamin sepenuhnya aman. Bahkan untuk anak-anak 6 tahun ke atas cukup aman untuk menyusuri aliran sungai dengan menggunakan ban dan dipandu oleh pemilik perahu yang disewa.
air terjun di green canyon
Perjalanan akan terus berada dalam cekungan dinding terjal di kanan kiri aliran sungai. Dinding-dinding untuk menyajikan keindahan tersendiri, yang paling unik berbentuk menyerupai sebuah gua yang atapnya sudah runtuh. Selain itu di bagian atas beberapa kali pengunjung akan melewati stalaktit-stalaktit yang masih dialiri tetesan air tanah. Setelah beberapa ratus meter berenang, akan terlihat beberapa air terjun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Jika diteruskan berenang maka pengunjung akan sampai pada ujung jalan, di mana terdapat gua yang dihuni oleh banyak kelelawar.

Alur aliran sungai ini cukup panjang, sehingga pengunjung dapat berenang sepuas-puasnya sambil mengikuti arus dari air terjun. Selain pemandangan indah di atas permukaan air, Green Canyon akan menjadi surga tersendiri bagi yang suka menyelam. Tinggal membawa beberapa alat selam, pemandangan menakjubkan cekungan-cekungan di dalam air siap untuk ditelusuri dan dinikmati, lengkap dengan beragamnya ikan-ikan yang berenang ke sana kemari di dasar lubuk. Bagi yang suka menantang adrenalin, dapat meloncat dari sebuah batu besar dengan ketinggian 5m ke dasar lubuk yang dalam.
Bagi Anda yang benar-benar ingin menikmati keindahan objek wisata Green Canyon harus paham dengan musim-musimnya. Karena saat terbaik untuk bisa menikmati keindahaan objek wisata ini adalah beberapa saat setelah masuk musim kemarau. Karena jika pada musim hujan, dikhawatirkan deras sungai dan warna airnya pun akan menjadi coklat.
Tapi sayang gue ga ikut kesana, gue Cuma bisa denger cerita dari temen gue, gara – gara gue disuruh nemenin temen gue widi mandi, katanya dia gak berani sendiri, kamprettt..biasa kalo cewe mandi pasti lamaaaaaaa banget. Dari pada gue bete nunggu lama akhirnya gue naik flying fox. Setelah gue turun, dan kembali waduh gue kepikiran widi. Gimana dengan dia, dimana dia, panik gue kalo sampe dia ilang gimana...akhirnya gue sms dan gue temuin dia lagi bengong. haha....kasian...akhirnya dia gue ajak naik flying fox.
widi naik flying fox


Setelah widi naik, eh pak muh, bu prit sama bu wah jg pengen naik. tapi mereka malu-malu, akhirnya yg pertama naik pak muh.
pak muh
setelah pak muh meluncur, kemudian dilanjutkan bu prit, secara berat badannya berlebih was-was juga gue liatnya, tapi kalo jatuh gue siap nangkep ko..."ayo semangat bu prit,,,!!!".
bu prit
alhamdulillah akhirnya bu prit landing dengan selamat, walupun terjadi sedikit gempa 8 skala richter, hahaha... kemudian terakhir bu wah.




bu wah
setelah selesai kami lansung pulang, come back to kebumen...









0 Comments