Aku dan Tuhan


Aku : Tuhan aku ingin bertanya.
Tuhan : tanyakanlahh...
Aku : Tuhan, apakah ini akhir dari jalan hidupku?
Tuhan : bukan, itu Cuma tikungan, bergegaslah untuk melewati tikungannya, karena di depannya akan ada jalan yan lebih indah. Tapi berhati – hatilah karena jalannya sedikit licin, mungkin kau akan beberapa kali terjatuh, tapi yakinlah, aku akan selalu menuntunmu.
Aku : jika kau menuntunku mengapa kau membirakanku terjatuh?
Tuhan : apa kau lupa tentang filosofi mengapa kita harus jatuh untuk bangun, ingatlah, bahwa itu untuk membuatmu lebih kuat ketika harus terjatuh lagi dan agar kau lebih berhati – hati supaya ngga jatuh lagi.
Aku : lalu bagaimana jika aku tag bisa bangun lagi Tuhan?
Tuhan : ada aku, aku akan menolongmu, percayalah.
Aku : Tuhan, aku lelah, bagaimana jika aku menyerah.
Tuhan : Jagoan kecilku, berhentilah merengek, kamu pasti bisa, yang kuat, contohlah ibumu!
Aku : apa aku bisa melewati tikungannya?
Tuhan : aku sengaja membuat tikungan itu untuk kau lewati, sekarang bangunlah, berhentilah bertanya, lekas lanjutkan perjalanmu sebelum hari menjadi gelap.

0 Comments